Banten Dalam Etalase Kebudayaan Dunia
Oleh: Muhlas Nasrullah
-------------------------------------------------------------------
Banten sangat erat sekali dengan kejawaraannya. Makanya tak banyak orang yang mengartikan
Banten sebagai 'Bantuan Tenaga'. Kalau saya melihat sebetulnya bukan karena orang Banten itu
kebal-kebal dan sakti, namun lebih kepada keberanian dan kesadarannya untuk tidak
membiarkan orang luar mengambil haknya begitu saja. Karena trend jawara muncul saat
kolonialisme hadir di tanah Banten. Persisnya itu tahun berapa jujur saya juga lupa.1
Menurut hemat saya, seharusnya kata Jawara tidak boleh melulu diartikan sebagai orang yang
hanya kuat secara otot saja, tapi juga harus kuat secara otak. Dibuktikan misalnya oleh
kegigihan Banten saat mengusir penjajah Belanda. Karena saat itu, Sultan Banten (Saya lupa
juga nama Sultan nya siapa-Lagi ngga ada kuota jujur aja) cukup pintar dalam membaca taktik
yang dimainkan oleh VOC. Artinya, baik Sultan nya dan Masyarakatnya itu tentu bukanlah
orang-orang sembarangan. Karena hanya orang cerdaslah yang bisa membaca segala macam
taktik musuhnya.
Rakyat Banten paham, bahwa politik ekonomi Belanda melalui program VOC nya itu cuma
monopoli mereka untuk menaklukkan tanah Banten saja. Otomatis itu hanya akan merugikan
Kesultanan Banten ke depannya.
Masih dalam buku yang sama, Nina Lubis kalau saya pahami itu cukup greget dengan cara orang
Banten yang religius tapi juga berani untuk berhadapan langsung secara fisik dengan orang-
orang kolonialis. Mengapa kolonialis ingin sekali menguasai tanah Banten? Karena kekayaan
alam nya, dan Banten itu memiliki pusat perbelanjaan internasional. Proyek strategis kalau
boleh saya menyebutnya.
Soal SDA misalnya, bahwa Banten adalah penghasil tanaman lada dan rempah-rempah tertinggi
di zamannya. Tak hanya itu saja kawan, Banten juga punya Pelabuhan Karanghantu yang tadi
saya sebut sebagai pusat perbelanjaan internasional. Setiap harinya pelabuhan tersebut ramai
dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari luar daerah, bahkan hingga mancanegara.
Kalau kalian pernah main ke Situs Kepurbakalaan Banten di Serang (depan Keraton Surosowan),
berjejer disana bekas-bekas dagangan. Ada keramik dari China, gentong-gentong buatan lokal,
dan lain sebagainya. Makanya saya tidak ragu kalau Banten itu masuk ke dalam eskalasi
kebudayaan Dunia.
____________________________________________
1 Yang pasti saya mendapatkan informasi tersebut dari bukunya Nina Lubis yang berjudul, 'Sejarah Banten, Membangun Tradisi dan Peradaban'.
___________________________________________
Dari sisi keilmuan saja, siapa yang tidak mengenal Syeikh Nawawi Tanara Al-Bantani. Ulama
Hijaz yang berasal dari Banten dan pada masanya pernah menjadi Imam di Masjidil Harom,
Mekah Al-Mukarramah. Karya-karyanya banyak dipelajari oleh hampir seluruh umat Islam di
Timur Tengah, bahkan sudah ada juga yang diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa yang ada
di Dunia. Banten kaya akan budaya, siapa yang akan kira-kira kembali mengembangkan itu
semua kalau bukan para pemuda dan pemudinya.
Komentar
Posting Komentar